Minggu, 26 Januari 2014

KIAT MENYIKAPI USAHA YANG SEDANG BANGKRUT

Usaha memang tidak selalu berjalan mulus, apalagi seorang wirausahawan yang memiliki tingkat kerugian/ bangkrut yang lebih tinggi.
Saat memulai usaha, banyak hal yang harus diperhatikan seorang wirausahawan agar usahanya dapat berjalan mulus dan terhindar dari ‘bangkrut’. Jika perhitungannya kurang tepat pun akan menimbulkan berbagai masalah kecil yang merupakan permulaan dari sebuah kebangkrutan jika tidak diatasi dengan baik.

Jika udah melakukan segalam macam upaya dan usaha, tetapi hasil penjualan mesih begitu-begitu saja bahkan cenderung semakin menurun..??
atau produk tidak laku jual dan menumpuk di gudang..?? Margin keuntungan menjadi sangat kecil bahkan bisa jadi minus..??
Berikut ini adalah 5 Tips Mengembalikan Lagi Usaha Yang Sudah Hampir Bangkrut yang saya lihat di beberapa artikel di internet :


  1. Berfikir di Luar nalar

Think Out Of The Box atau berfikir di luar kotak. Banyak para pakar mensisati usahanya agar terus berkembang dengan menggunakan istilah ini, tetapi terkadang hanya mengandalkan itu saja kurang cukup. Berfikir di luar nalar bukan hanya kreatif, tapi juga nyeleneh, di luar kelaziman, tetapi tetap powerful.

Mungkin bahasanya agak sulit dipahami, tapi kita bisa Mulai dengan mengembangkan usaha Anda kembali dengan ide-ide gila, ide-ide seperti ini biasanya tidak akan terfikirkan oleh kita apabila usaha kita sedang berkembang. Tetapi disaat-saat kritis ide-ide gila inilah yang membuat usaha kita menjadi kembali bergairah. Sesuatu yang dianggap kurang bagus oleh orang lain bisa kita jadikan ide kreatif yan tidak ada duanya.
  1. Gunakan Jalur Promosi Yang Baik

Banyak cara untuk mempromosikan produk kita. Contohnya dengan memasang iklan di media online, tetapi kalian juga harus paham dimana market kalianmempromosikan produk bisa menggunakan cara-cara lawas seperti lewat SMS, BBM, WhatsApp, WeChat, dll. Dengan begitu kalian bisa memantau kemana iklan kalian akan menyebar.


  1. Bersabar Menunggu Masa

Terkadang produk yang kurang laku bukan berarti produk tersebut buruk atau tidak diterima oleh pasar. Bisa jadi produk tersebut terlampau maju di masanya. atau, terlalu banyak inovasi sehingga customer pembeli dan penikmatnya belum familiar, yang menjadikan kontraproduktif.
  1. Ubah Sudut Pandang

Ketika kita sudah susah payah mengembangkan bisnis, sudah berfikir di luar nalar, sudah menggunakan semua jalur promosi, sudah sabar menunggu masa, tetapi setelah sekian lama menunggu produk kita masih belum juga laku. Perhatika lah hal berikut ini :
Jika pandangan awal kita untuk membuka usaha adalah mencari keuntungan sebesar-besarnya atau menghancurkan usaha orang lain, maka kita harus mengubah sudut pandang kita.
Jika niatan awal kita saja sudah buruk, maka kemungkinan usaha yang kita jalani tidak akan bertahan lama. Kita bisa mulai dari tujuan yang baik, misal: keuntungan atas usaha kita akan digunakan untuk naik haji, untuk membangun rumah baru atau membuka cabang untuk menyantuni anak yatim adalah tujuan yang lebuh baik.
Dengan niat usaha yang tulus dalam membuka usaha, dan Doa untuk meminta yang terbaik atas usaha kita adalah usaha terbaik dari kita. Sebagai manusia kita hanya bisa berusaha dan Tuhan lah yang melakukan selebihnya,.

Selanjutnya adalah berbagai kondisi kegagalan yang pernah dialami oleh perusahaan yang sudah mencapai kesuksesan sekarang ini.
Contoh berbagai kegagalan yang merupakan awal sukses
Contoh berbagai kegagalan yang merupakan awal sukses
* Coca-Cola mengalami kegagalan pada tahun pertama penjualannya. Penjualan dilakukan dengan menempatkan Coca-Cola pada tempat minuman di Apotek dan menghabiskan dana 73,96 dolar untuk melakukan promosi lewat spanduk dan kupon iklan. Kegagalan tersebut membuat Coca-Cola membuat kesadaran adanya media lain, yaitu media massa yang mempunyai kekuatan lebih disbanding media lainnya saat itu dan mempromosikan Coca-Cola dengan suasana kegembiraan.
* Matsushita memproduksi untuk pertama kali adalah adaptor steker. Adaptor ini sesungguhnya telah diusulkannya kepada majikannya terdahulu tetapi tidak memperoleh tanggapan. Untuk membuat produk ini, Matsushita bersama empat kawannya membutuhkan waktu empat bulan. Setelah produk ini jadi, ternyata tidak seorangpun mau membeli produk ini.
* Pada tahun 1993, Compaq yang pada saat itu sebagai pemimpin pasar penjualan PC, melalukan pemotongan harga untuk menyaingi Dell. Hasilnya Dell Computer menderita kerugian 65 juta dolar pada enam bulan pertama, yang menyebabkan hampir bangkrut. Dell belajar dari kegagalan ini. Ia mencoba mencari cara lain untuk menjual komputer. Akhirnya Dell melakukan perubahan yang sangat mendasar dalam proses bisnisnya yang disebut rekayasa ulang. dalam bisnisnya dengan mengenalkan E-Commerce. Pada 1999, Dell dapat menjual 1,7 juta dolar per hari lewat situs E-Commercnya. Saham Dell naik 2000 persen dalam dua tahun. Dell mampu bersaing dengan perusahaan berkelas dunia seperti IBM, Compaq, HP, dan Bell-Nec. Bahkan pangsa pasar dan keuntungannya terus meningkat dan akhirnya menjadi penjual PC terbesar di dunia.
berikut adalah beberapa kiat untuk menghadapi usaha yag hampir bangkrut. terimakasih :) 
 
sumber : http://joencl.blogspot.com/2013/09/bangkit-kembali-dari-kebangkrutan-cara-mengembangkan-usaha-dari-nol.html

1 komentar:

  1. Saya Ibu Queen Daniel, A pemberi pinjaman uang, saya meminjamkan uang kepada indaividu atau perusahaan yang ingin mendirikan sebuah bisnis yang menguntungkan, yang menjadi periode utang lama dan ingin membayar. Kami memberikan segala jenis pinjaman Anda dapat pernah memikirkan, Kami adalah ke kedua pinjaman pribadi dan Pemerintah, dengan tingkat suku bunga kredit yang terjangkau sangat. Hubungi kami sekarang dengan alamat email panas kami: (queendanielloanfirm@gmail.com) atau (queendanielloanfirm@yahoo.com) Kebahagiaan Anda adalah perhatian kami.

    BalasHapus