Pertumbuhan
Kewirausahaan Di Indonesia
Dunia
kewirausahaan di Indonesia bias
dibilang bergerak sangat lamban, hal ini sangat disayangkan pemerintah,
terutama menteri perekonomian di Indonesia
karena perkembangan kewirausahan di Indonesia
sangat berpengaruh untuk membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengapa
Indonesia
masih di katakan sebagai negara berkembang? Padahal Indonesia di kenal dengan negara
yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Hal ini dikarenakan pertumbuhan
kewirausahaan yang sangat lambat, sedangkan kewirausahaan sangat diperlukan utk
menjadi Negara maju.
Sangat lambatnya alur kewirausahaan di Indonesia ini
disadari oleh menteri perekonomian yang segera menindaklanjutinya dengan cara mendorong
agar pelajar dan mahasiswa menjadi bibit wirausaha. Sebab, para generasi muda
ini memiliki nilai dan kreatifitas yang masih ‘segar’ untuk dapat dikembangkan
di dunia wirausaha. Dengan menyadari bahwa syarat dari negara maju salah
satunya adalah memiliki jumlah wirausaha minimal 2 persen dari total populasi. Sedangkan
Saat ini, jumlah wirausaha Indonesia masih kurang dari 2 persen atau sebanyak
700 ribu orang, masih dibutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru.
Maka dari itu peran kewirausahaan sangat diperlukan untuk
pertumbuhan perekonomian di Indonesia.
Mengapa? Ada beberapa alasan mengapa
kewirausahaan dikatakan sebagai faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi
di Indonesia
Kewirausahaan juga memiliki peranan penting
untuk menjadikan masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Di Indonesia sendiri
jumlah wirausahawan adalah sebesar 19,3% dari jumlah total penduduk dewasa.
Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk menciptakan
dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru
sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide
dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting
untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu menimpor dari
luar negeri. Selain itu masyarakat tidak tergantung dengan pemerintah seperti
tenaga kerja negri (PNS) yang masih di gaji oleh pemerintah, bahkan seorang
wirausaha akan mendatangkan omset yang akan di berikan ke negara melalui pajak.
Secara tidak langsung kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa stabil.
Alasan
ketiga mengapa wirausaha berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah menarik invesrtor asing
untuk berinverstasi atau menanamkan modalnya di Indonesia. Satu kekurangan dari
negara maju seperti contohnya negara Amerika yang berinvestasi di Indonesia.
Dengan adanya investor asing seperti itu maka akan dapat menambah devisa
negara. Selain itu wirausaha dapat mendorong meningkatnya sector pariwisata di Indonesia.
Berikut adalah
perbandingan Antara kewirausahaan di Indonesia dengan Negara
Berbagai factor berikut
adalah hal yang mungkin mempengaruhi lambat atau tidaknya perkembangan
kewirausahaan di Indonesia
dibandingkan dengan Negara lain :
- Umur
Hasil penelitian
yang dila kukan oleh Sinha (1996) di India, menunjukkan bahwa hamper sebagian
besar wirausaha yang sukses adalah mereka yang berusia relatif muda. Hal ini senada
dengan Reynolds et al yang menyatakan bahwa seseorang berusia 25-44 tahun adalah
usia-usia paling aktif untuk berwirausaha di negara-negara barat. Hasil
penelitian terbaru terhadap wirausaha warnet di Indonesia membuktikan bahwa usia wirausaha berkorelasi signifikan terhadap
kesuksesan usaha yang dijalankan
2. Latar belakang pendidikan
Latar belakang
pendidikan seseorang terutama yang terkait dengan bidang usaha, seperti bisnis
dan manajemen atau ekonomi dipercaya akan mempengaruhi keinginan dan minatnya
untuk memulai usaha baru di masa mendatang. Sebuah studi dari India membuktikan
bahwa latar belakang pendidikan menjadi salah satu penentu penting intensi
kewirausahaan dan kesuksesan usaha yang dijalankan.
Penelitian lain,
Lee (1997) yang mengkaji perempuan wirausaha menemukan bahwa perempuan berpendidikan
universitas mempunyai kebutuhan akan prestasi yang tinggi untuk menjadi wirausaha.
(sumber: http://nurulindarti.files.wordpress.com/2009/03/indarti-rostiani-jebi-2008.pdf)
Dibandingkan
dengan negara-negara lain, perkembangan kewirausahaan di Indonesia masih
sangat kurang. Sebagai pembanding, kewirausahaan di Amerika Serikat tercatat
mencapai 11 persen dari total penduduknya, Singapura sebanyak 7 persen, dan
Malaysia sebanyak 5 persen. Jadi, pengembangan SDM dengan kompetisi semacam ini
dari para generasi muda tepat dan relevan untuk membibitkan para pelajar agar
menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja,
Mengingat hal
tersebut dapat mempengaruhi kapasitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebagai
catatan saja, tingkat kewirausahaan Indonesia saat ini masih sebesar
1,56%.
Negara-negara maju memiliki tingkat kewirausahaan yang tinggi, sehingga pertumbuhan ekonominya menjadi relatif lebih berkualitas, Jika dibandingkan dengan negara di kawasan, tingkat kewirausahaan Indonesia masih kalah jauh. Di Singapura, Thailand bahkan Malaysia tingkat kewirausahaannya mencapai 4%.
Tingkat kewirausahaan yang lebih tinggi memiliki hubungan yang signifikan dengan pembangunan ekonomi yang lebih pesat, partisipasi sektor formal dan tata kelola yang lebih baik. Kewirausahaan dalam pembangunan ekonomi tidak hanya terbatas pada peningkatan output per kapita dan pendapatan, namun juga sebagai inisiator perubahan dalam struktur bisnis masyarakat.
Pemerintah melihat upaya-upaya pengembangan SDM ini mampu menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan. Bibit-bibit wirausaha ini mendorong terciptanya sumber-sumber pekerjaan baru. (sumber : http://keuangan.kontan.co.id/news/bi-tingkat-kewirausahaan-indonesia-masih-rendah)
Negara-negara maju memiliki tingkat kewirausahaan yang tinggi, sehingga pertumbuhan ekonominya menjadi relatif lebih berkualitas, Jika dibandingkan dengan negara di kawasan, tingkat kewirausahaan Indonesia masih kalah jauh. Di Singapura, Thailand bahkan Malaysia tingkat kewirausahaannya mencapai 4%.
Tingkat kewirausahaan yang lebih tinggi memiliki hubungan yang signifikan dengan pembangunan ekonomi yang lebih pesat, partisipasi sektor formal dan tata kelola yang lebih baik. Kewirausahaan dalam pembangunan ekonomi tidak hanya terbatas pada peningkatan output per kapita dan pendapatan, namun juga sebagai inisiator perubahan dalam struktur bisnis masyarakat.
Pemerintah melihat upaya-upaya pengembangan SDM ini mampu menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan. Bibit-bibit wirausaha ini mendorong terciptanya sumber-sumber pekerjaan baru. (sumber : http://keuangan.kontan.co.id/news/bi-tingkat-kewirausahaan-indonesia-masih-rendah)
Desy Christie
22213234
Kelas : 1EB05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar