Rabu, 02 Oktober 2013

Tugas Pengantar Bisnis



Pertumbuhan Kewirausahaan Di Indonesia

Dunia kewirausahaan di Indonesia bias dibilang bergerak sangat lamban, hal ini sangat disayangkan pemerintah, terutama menteri perekonomian di Indonesia karena perkembangan kewirausahan di Indonesia sangat berpengaruh untuk membangun pertumbuhan ekonomi Indonesia. Mengapa Indonesia masih di katakan sebagai negara berkembang? Padahal Indonesia di kenal dengan negara yang kaya akan Sumber Daya Alamnya (SDA). Hal ini dikarenakan pertumbuhan kewirausahaan yang sangat lambat, sedangkan kewirausahaan sangat diperlukan utk menjadi Negara maju.
 Sangat lambatnya alur kewirausahaan di Indonesia ini disadari oleh menteri perekonomian yang segera menindaklanjutinya dengan cara mendorong agar pelajar dan mahasiswa menjadi bibit wirausaha. Sebab, para generasi muda ini memiliki nilai dan kreatifitas yang masih ‘segar’ untuk dapat dikembangkan di dunia wirausaha. Dengan menyadari bahwa syarat dari negara maju salah satunya adalah memiliki jumlah wirausaha minimal 2 persen dari total populasi. Sedangkan Saat ini, jumlah wirausaha Indonesia masih kurang dari 2 persen atau sebanyak 700 ribu orang, masih dibutuhkan sedikitnya 4 juta wirausaha baru.
Maka dari itu peran kewirausahaan sangat diperlukan untuk pertumbuhan perekonomian di Indonesia. Mengapa? Ada beberapa alasan mengapa kewirausahaan dikatakan sebagai faktor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia
Kewirausahaan juga memiliki peranan penting untuk menjadikan masyarakat lebih kreatif dan mandiri. Di Indonesia sendiri jumlah wirausahawan adalah sebesar 19,3% dari jumlah total penduduk dewasa. Dengan adanya kewirausahaan masyarakat dapat mempunyai kemampuan untuk  menciptakan dan menyediakan produk yang bernilai tambah atau inovasi-inovasi yang baru sehingga dapat menjadikan masyarakat lebih kreatif dalam menyampaikan ide-ide dan kreasinya, mereka bisa menciptakan barang yang dirasa perlu dan penting untuk kesejahteraan masyarakat itu sendiri sehingga tidak perlu menimpor dari luar negeri. Selain itu masyarakat tidak tergantung dengan pemerintah seperti tenaga kerja negri (PNS) yang masih di gaji oleh pemerintah, bahkan seorang wirausaha akan mendatangkan omset yang akan di berikan ke negara melalui pajak. Secara tidak langsung kesejahteraan ekonomi masyarakat bisa stabil.
Alasan ketiga mengapa wirausaha berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia adalah  menarik invesrtor asing untuk berinverstasi atau menanamkan modalnya di Indonesia. Satu kekurangan dari negara maju seperti contohnya negara Amerika yang berinvestasi di Indonesia. Dengan adanya investor asing seperti itu maka akan dapat menambah devisa negara. Selain itu wirausaha dapat mendorong meningkatnya sector pariwisata di Indonesia.

Berikut adalah perbandingan Antara kewirausahaan di Indonesia dengan Negara
Berbagai factor berikut adalah hal yang mungkin mempengaruhi lambat atau tidaknya perkembangan kewirausahaan di Indonesia dibandingkan dengan Negara lain :
  1. Umur
Hasil penelitian yang dila kukan oleh Sinha (1996) di India, menunjukkan bahwa hamper sebagian besar wirausaha yang sukses adalah mereka yang berusia relatif muda. Hal ini senada dengan Reynolds et al yang menyatakan bahwa seseorang berusia 25-44 tahun adalah usia-usia paling aktif untuk berwirausaha di negara-negara barat. Hasil penelitian terbaru terhadap wirausaha warnet di Indonesia membuktikan bahwa usia  wirausaha berkorelasi signifikan terhadap kesuksesan usaha yang dijalankan

            2. Latar belakang pendidikan
Latar belakang pendidikan seseorang terutama yang terkait dengan bidang usaha, seperti bisnis dan manajemen atau ekonomi dipercaya akan mempengaruhi keinginan dan minatnya untuk memulai usaha baru di masa mendatang. Sebuah studi dari India membuktikan bahwa latar belakang pendidikan menjadi salah satu penentu penting intensi kewirausahaan dan kesuksesan usaha yang dijalankan.
Penelitian lain, Lee (1997) yang mengkaji perempuan wirausaha menemukan bahwa perempuan berpendidikan universitas mempunyai kebutuhan akan prestasi yang tinggi untuk menjadi wirausaha. (sumber: http://nurulindarti.files.wordpress.com/2009/03/indarti-rostiani-jebi-2008.pdf)

Dibandingkan dengan negara-negara lain, perkembangan kewirausahaan di Indonesia masih sangat kurang. Sebagai pembanding, kewirausahaan di Amerika Serikat tercatat mencapai 11 persen dari total penduduknya, Singapura sebanyak 7 persen, dan Malaysia sebanyak 5 persen. Jadi, pengembangan SDM dengan kompetisi semacam ini dari para generasi muda tepat dan relevan untuk membibitkan para pelajar agar menjadi wirausaha dan menciptakan lapangan kerja,
Mengingat hal tersebut dapat mempengaruhi kapasitas pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Sebagai catatan saja, tingkat kewirausahaan Indonesia saat ini masih sebesar 1,56%.
Negara-negara maju memiliki tingkat kewirausahaan yang tinggi, sehingga pertumbuhan ekonominya menjadi relatif lebih berkualitas, Jika dibandingkan dengan negara di kawasan, tingkat kewirausahaan Indonesia masih kalah jauh. Di Singapura, Thailand bahkan Malaysia tingkat kewirausahaannya mencapai 4%.
Tingkat kewirausahaan yang lebih tinggi memiliki hubungan yang signifikan dengan pembangunan ekonomi yang lebih pesat, partisipasi sektor formal dan tata kelola yang lebih baik. Kewirausahaan dalam pembangunan ekonomi tidak hanya terbatas pada peningkatan output per kapita dan pendapatan, namun juga sebagai inisiator perubahan dalam struktur bisnis masyarakat.
Pemerintah melihat upaya-upaya pengembangan SDM ini mampu menekan jumlah pengangguran dan kemiskinan. Bibit-bibit wirausaha ini mendorong terciptanya sumber-sumber pekerjaan baru. (sumber : http://keuangan.kontan.co.id/news/bi-tingkat-kewirausahaan-indonesia-masih-rendah)

Desy Christie 22213234
Kelas : 1EB05

Tidak ada komentar:

Posting Komentar