Apakah peredaran udang di Indonesia
dapat memicu timbulnya inflasi?
Lalu apakah tindakan yang dapat
dilakukan BI sebagai Pelaksana Kebijakan
Moneter?
Kebijakan moneter yang merupakan
kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter
yang berkaitan dengan pengendalian jumlah uang beredar dan pengaturan tingkat
suku bunga dan kredit. Yang dimaksud dengan bank sentral tersebut adalah Bank
Indonesia.
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk
mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan
tersebut, Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi
sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework)
dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating).
Bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar
dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga
sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan
pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat. Akibatnya, jumlah
kredit yang dikeluarkan oleh badan-badan kredit akan berkurang, yang pada akhirnya
mengurangi tekanan inflasi yang disebut dengan Politik Diskonto.
Bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal
untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank
sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang
beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar
terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat
(tight money policy), dilakukan dengan menjual surat-surat berharga, seperti
obligasi negara, kepada masyarakat dan bank-bank. Akibatnya, jumlah uang
beredar di masyarakat dan pemberian kredit oleh badan-badan kredit (bank)
berkurang, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi, disebut Politik Pasar Terbuka.
Kebijakan
persediaan kas artinya cadangan yang
diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank
umum yang besarnya tergantung
kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan
perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas
mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah
uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank
sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur atau masyarakat
menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar, disebut Kebijakan Current Ratio
Dengan adanya kebijakan
moneter tersebut Bank Indonesia dapat mengatasi inflasi yang
tinggi. Namun pengendalian inflasi tidak hanya bisa dilakukan dengan kebijakan
moneter, melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan
fiskal dan kebijakan di sektor riil. Untuk itulah koordinasi dan kerjasama
antar lembaga lintas sektoral sangatlah penting dalam menangani masalah inflasi
ini.
Strategi yang digunakan oleh BI
dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah adalah:
- Mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter.
- Menentukan sasaran akhir kebijakan moneter.
- Mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi.
- Memformulasikan respon kebijakan moneter.
- Sebutkan alasan saudara jika inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi kurang diharapkan dalam perekonomian Indonesia?
Inflasi berarti kenaikan yang
berlanjutan. Naiknya biaya produksi terjadi karena ketidak efisiennya
perusahaan, kenaikan harga bahan baku industri, nilai kurs mata uang negara
yang bersangkutan jatuh atau menurun. Jika ini terjadi akibatnya lebih buruk
dari inflasi yang disebabkan karena naiknya permintaan masyarakat. Semakin
banyak rakyat kecil yang tidak dapat menikamati komoditi tersebut dan akibatnya
akan lebih parah.
- 4 faktor utama ang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional ?
- Perbedaan sumber daya alam yang dimiliki : Sumber daya alam yang dimiliki masing-masing negara berbeda. Jarang sekali suatu negara dapat memenuhi seluruh kebutuhannya dengan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu masing-masing negara harus melakukan pertukaran.
- Efisiensi (penghematan biaya produksi) : dengan adanya perdagangan internasional suatu negara dapat memasarkan hasil produksinya pada banyak negara. Negara tersebut berproduksi dalam jumlah besar sehingga dapat menurunkan biaya produksi. Barang yang diproduksi dalam jumlah besar akan lebih murah daripada barang yang diproduksi dalam jumlah kecil.
- Tingkat teknologi yang digunakan : Beberapa negara yang telah menggunakan teknologi lebih modern dapat memproduksi barang dengan harga lebih murah daripada yang menggunakan teknologi sederhana. Sebagai conto indonesia mengimpor mobil dari jepang karena jepang telah maju dalam teknologi pembuatan mobil
- Selera : Indonesia mengimpor buah apel dari Amerika Serikat padahalbuah apel dapat dihasilkan di dalam negeri. Buah apel dari Amerika Serikat menurut sebagian orang lebih mengundang selera dibandingkan buah apel lokal.
Sumber:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar