Minggu, 11 Mei 2014

INFLASI



Apakah peredaran udang di Indonesia dapat memicu timbulnya inflasi?

Lalu apakah tindakan yang dapat dilakukan  BI sebagai Pelaksana Kebijakan Moneter?

Kebijakan moneter yang merupakan kebijakan pemerintah melalui Bank Sentral sebagai pemegang otoritas moneter yang berkaitan dengan pengendalian jumlah uang beredar dan pengaturan tingkat suku bunga dan kredit. Yang dimaksud dengan bank sentral tersebut adalah Bank Indonesia.
Bank Indonesia memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia menerapkan kerangka kebijakan moneter dengan inflasi sebagai sasaran utama kebijakan moneter (Inflation Targeting Framework) dengan menganut sistem nilai tukar yang mengambang (free floating).
Bank menaikkan suku bunga sehingga jumlah uang yang beredar dapat dikurangi.Kebijakan diskonto dilakukan dengan menaikkan tingkat bunga sehingga mengurangi keinginan badan-badan pemberi kredit untuk mengeluarkan pinjaman guna memenuhi permintaan pinjaman dari masyarakat. Akibatnya, jumlah kredit yang dikeluarkan oleh badan-badan kredit akan berkurang, yang pada akhirnya mengurangi tekanan inflasi yang disebut dengan Politik Diskonto.

Bank sentral menjual obligasi atau surat berharga ke pasar modal untuk menyerap uang dari masyarakat dan dengan menjual surat berharga bank sentral dapat menekan perkembangan jumlah uang beredar sehingga jumlah uang beredar dapat dikurangi dan laju inflasi dapat lebih rendah.Operasi pasar terbuka (open market operation), biasa disebut dengan kebijakan uang ketat (tight money policy), dilakukan dengan menjual surat-surat berharga, seperti obligasi negara, kepada masyarakat dan bank-bank. Akibatnya, jumlah uang beredar di masyarakat dan pemberian kredit oleh badan-badan kredit (bank) berkurang, yang pada akhirnya dapat mengurangi tekanan inflasi, disebut Politik Pasar Terbuka.

Kebijakan persediaan kas artinya cadangan yang diwajibkan oleh Bank Sentral kepada bank-bank 
umum yang besarnya tergantung kepada keputusan dari bank sentral/pemerintah. Dengan jalan menaikan perbandingan antara uang yang beredar dengan uang yang mengendap di dalam kas mengakibatkan kemampuan bank untuk menciptakan kredit berkurang sehingga jumlah uang yang beredar akan berkurang. Menaikkan cadangan uang kas yang ada di bank sehingga jumlah uang bank yang dapat dipinjamkan kepada debitur atau masyarakat menjadi berkurang. Hal ini berarti dapat mengurangi jumlah uang yang beredar, disebut Kebijakan Current Ratio

 Dengan adanya kebijakan moneter tersebut Bank Indonesia dapat mengatasi inflasi yang tinggi. Namun pengendalian inflasi tidak hanya bisa dilakukan dengan kebijakan moneter, melainkan juga kebijakan ekonomi makro lainnya seperti kebijakan fiskal dan kebijakan di sektor riil. Untuk itulah koordinasi dan kerjasama antar lembaga lintas sektoral sangatlah penting dalam menangani masalah inflasi ini.

Strategi yang digunakan oleh BI dalam mencapai sasaran inflasi yang rendah adalah:
  1. Mengkaji efektivitas instrumen moneter dan jalur transmisi kebijakan moneter.
  2. Menentukan sasaran akhir kebijakan moneter.
  3. Mengidentifikasi variabel yang menyebabkan tekanan-tekanan inflasi.
  4. Memformulasikan respon kebijakan moneter.
  • Sebutkan alasan saudara jika inflasi yang terjadi karena naiknya biaya produksi kurang diharapkan dalam perekonomian Indonesia?
Inflasi berarti kenaikan yang berlanjutan. Naiknya biaya produksi terjadi karena ketidak efisiennya perusahaan, kenaikan harga bahan baku industri, nilai kurs mata uang negara yang bersangkutan jatuh atau menurun. Jika ini terjadi akibatnya lebih buruk dari inflasi yang disebabkan karena naiknya permintaan masyarakat. Semakin banyak rakyat kecil yang tidak dapat menikamati komoditi tersebut dan akibatnya akan lebih parah.
  • 4 faktor utama ang menyebabkan timbulnya perdagangan internasional ?
  1. Perbedaan sumber daya alam yang dimiliki : Sumber daya alam yang dimiliki masing-masing negara berbeda. Jarang sekali suatu negara dapat memenuhi seluruh kebutuhannya dengan sumber daya alam yang dimilikinya. Oleh karena itu masing-masing negara harus melakukan pertukaran.
  2. Efisiensi (penghematan biaya produksi) : dengan adanya perdagangan internasional suatu negara dapat memasarkan hasil produksinya pada banyak negara. Negara tersebut berproduksi dalam jumlah besar sehingga dapat menurunkan biaya produksi. Barang yang diproduksi dalam jumlah besar akan lebih murah daripada barang yang diproduksi dalam jumlah kecil.
  3. Tingkat teknologi yang digunakan : Beberapa negara yang telah menggunakan teknologi lebih modern dapat memproduksi barang dengan harga lebih murah daripada yang menggunakan teknologi sederhana. Sebagai conto indonesia mengimpor mobil dari jepang karena jepang telah maju dalam teknologi pembuatan mobil
  4. Selera : Indonesia mengimpor buah apel dari Amerika Serikat padahalbuah apel dapat dihasilkan di dalam negeri. Buah apel dari Amerika Serikat menurut sebagian orang lebih mengundang selera dibandingkan buah apel lokal.




Sumber:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar