Sejarah Akuntansi
Menurut para ahli ekonomi, akuntansi ada sejak manusia
mengenal uang sebagai alat pembayaran yang sah, Namun sebenarnya Akuntansi
telah dikenal jauh sebelum masa itu.
Pada awalnya, pencatatan transaksi
perdagangan dilakukan dengan cara sederhana, yaitu dicatat pada batu, kulit
kayu, di atas lempengan tanah liat, yang kemudian berkembang dengan menggunakan
lontar. Catatan tertua yang berhasil ditemukan sampai saat ini masih tersimpan,
yaitu berasal dari Babilonia pada 3600 sebelum masehi. Penemuan yang sama juga diperoleh di Mesir dan
Yonani kuno. Sampai akhirnya manusia mengenal hitungan uang dan menggunakan
catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara
menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat
mereka berangkat.
Pencatatan itu belum dilakukan secara sistematis dan
sering tidak lengkap. Pencatatan yang lebih lengkap dikembangkan di Italia
setelah dikenal angka- angka desimal arab dan semakin berkembangnya dunia usaha
pada waktu itu. Dimulain dengan sistim pembukuan berpasangan (double entry
bookkeeping), dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern
dimulai sejak double entry accounting ditemukna dan digunakan dalam kegiatan
bisnis yaitu sistim pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang
diperkenalkan oleh Lucas Paciolli (1447). Seiring berkembangnya pemikiran
Manusia, pada abad XIX revolusi industri di
Eropa mendorong berkembangnya akuntansi biaya dan
konsep penyusutan. Pada tahun 1930, New York Slock Exchange dan American
Institute of Certified Public Accountant membahas dan menetapkan prinsip-prinsip akuntansi
bagi perusahaan-perusahaan yang sahamnya terdaftar di bursa saham.
Sedangkan,
di lingkungan dalam negeri, Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642.
Selanjutnya akuntansi di
Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun
1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan
modalnya di Indonesia,
Mereka
menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Kemudian pada
tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk
menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan.
Tidak
banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan
Jepang Setelah kemerdekaan pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan
putra-putrinya belajar akuntansi ke luar negeri.
Sedangkan
pendidikan
akuntansi di dalam negeri mulai dirintis fiada tahun
1952 oleh Universitas Indonesia
yang membuka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Langkah ini diikuti
oleh perguruan tinggi lainnya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang
mengatur pemberian gelar Akuntan.
Suatu
organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia
berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini
mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986.
UU
Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanaman Modal
Dalam Negeri tahun 1968. Selanjutnya keduanya merangsang berdirinya
perusahaan-perusahaan baru yang mengakibatkan semakin baiknya iklim investasi
di Indonesia.
Sebagai konsekuensinya, akuntansi di Indonesia
mengalami perkembangan yang pesat.
Selama ini terjadi dualisme
praktek akuntansi di Indonesia.
Di satu pihak banyak perusahaan menerapkan sistem akuntansi Belanda. Di pihak
lain sistem akuntansi Amerika semakin banyak digunakan akibat semakin
bergesernya kiblat pendidikan akuntansi ke sistem Amerika serta semakin
banyaknya perusahaan yang membawa sistem Amerika masuk ke Indonesia.
Setelah tahun 1960, akuntansi
cara Amerika (Anglo- Saxon) mulai diperkenalkan di Indonesia. Jadi, sistem pembukuan
yang dipakai di Indonesia
berubah dari sistem Eropa (Kontinental) ke sistem Amerika (Anglo- Saxon).
Dualisme
tersebut juga berpengaruh pada dunia pendidikan, terutama di
tingkat pendidikan menengah. Akan tetapi, dalam Lokakarya “Pendidikan Akuntansi di Indonesia”
yang diselenggarakan oleh Pusat Pengembangan Akuntansi Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia, telah dicapai kesepakatan sistem pendidikan akuntansi
untuk pendidikan menengah dan pendidikan tinggi yang menggunakan sistem
Amerika.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar